Breaking News

PEMANFAATAN LOSS JARING (GEDUNG PERBAIKAN JARING)

los jaring (tempat memperbaiki jaring)
Bulan purnama atau biasa disebut orang jawa “Padhang Mbulan” , sudah menjadi budaya dan kebiasaan masyarakat nelayan untuk berhenti sejenak melepas lelah untuk berburu ikan dilaut. Anggapan mereka bahwa tidak adanya ikan dilaut yang menyebabkan sepinya hasil tangkapan, bisa dikatakan betul apa yang menjadi pemikiran mereka, Secara alamiah ikan mempunyai sifat ketertarikan pada cahaya atau biasa disebut fototaksis.
Hal yang wajar dikala malam hari jika bulan tak menampakkan cahayanya. Nelayan banyak mendapatkan hasil tangkapan hal ini dikarenakan nelayan menggunakan bantuan lampu agar cahaya terfokus pada satu titik spot, sehingga ikan yang mempunyai sifat fototaksis tadi merespon keberadaan cahaya tersebut dan berkumpul dalam satu titik. Tapi ketika cahaya dari bulan itu tampak atau biasa dikatakan Padhang mbulan, maka penyebaran cahaya merata tidak dalam satu titik spot, maka respon ikan juga akan menyebar hal ini yang mengakibatkan sulitnya menangkap ikan dalam kondisi ikan menyebar.


Disaat itulah nelayan lebih memilih berhenti untuk melaut dari pada mengeluarkan dana yang banyak tapi hasil tangkapan sedikit, mereka lebih memilih memperbaiki mata jaring yang rusak, menambah jumlah pelampung maupun pemberat dan sesekali bercengkerama dengan nelayan lainnya, ditambah suasana musik dangdut yang selalu hadir menjadi semangat tersendiri bagi nelayan.


UPT P2SKP Bulu dengan beberapa program kerjanya menyiapkan beberapa fasilitas untuk memberikan pelayanan akomodasi demi kenyamanan nelayan, seperti kondisi saat ini tanggal 8 maret 2017 saatnya padhang mbulan,  Nelayan menaikkan jaring dan memperbaikinya di los gedung perbaikan jaring yang sudah disediakan oleh UPT P2SKP, gotong royong yang dilakukan para awak kapal mencerminkan bahwa meraka adalah mahluk sosial yang saling membutuhkan. Para istri nelayan juga tak bosan bosan menghantarkan makanan di saat jam makan siang, senda gurau, saling bencekerama satu sama lain tentu sudah menjadi pemandangan yang menentramkan hati dan sangat dinantikan oleh sebagian nelayan.
Menurut salah satu nelayan dengan logat kental bahas tuban.

“ aku rumongso kebantu banget mas sakjoke ono panggonan khusus gae dandan jaring iki, biyen aku bhingung gholek panggonan gae ndandani jharing, nek ono wae kadhang yo kepanasen yo kudhanan bharang mas.... kadhang kadhang neng pinggir ratan yo ganggu kendaraan liwat, 

“Aku saiki maturnuwun bhanget karo pemerintah utamane pelabuhan perikanan bulu tuban sing wes peduli lan mbangunno kanggenan khusus gae dhandan jaring”

Itulah bentuk kepedulian pemerintah kepada nelayan, bentuk kongkrit nyata yang sudah dirasakan para nelayan dan berharap hal ini menjadi motivasi nelayan untuk saling bekerja sama dengan para petugas perikanan baik itu berbagi info hasil tangkapan, surat kepemilikan SIUP, SIKPI, SIPI, serta melakukan pembayaran administrasi baik pajak, sewa gedung, administrasi pelelangan ikan sebagai PAD di pelabuhan bulu yang nantinya digunakan untuk perencanaan pembangunan fasilitas lainnya untuk memberikan pelayanan yang terbaik untuk nelayan. (YD/ZA)





Tidak ada komentar